Minggu, 09 November 2014

Kajian Akhlak I

Akhlak merupakan sifat yang terdapat didalam manusia tanpa menimbang nimbang. Akhlak pun dibagi menjadi dua yaitu, akhlak terhadap Allah dan Akhlak teradap sesama makhluk Allah.

Akhlak kepada Allah SWT.
        Mengapa kita harus berakhlak kepada Allah SWT? Karena Allah lah yang menciptakan kita. Allah lah yang memberikan kita kehidupan, Allah lah Rabb semesta alam, dan Allah lah Illah kita. buah dari berakhlak kepada Allah ini adalah mendapat pahala disisi Allah dan surga balasannya. Sering kita perhatikan ada orang baik, namun dia tidak melaksakan sholat, dia tetap bedosa. karena apa? karena ia tidak memiliki akhlak yang baik kepada Allah SWT. Memang akhlak dia terhadap manusia sangatlah baik. namun jika akhlak terhadap Allah SWT tidak baik, maka semua kebaikannya itu akan bernuah sia sia.

ada beberapa hal yang patut kita miliki agar Akhlak kepada Allah SWT dapat tercapai, yaitu
       1.   Taqwa
            Taqwa itu pada dasarnya memelihara diri (memelihara dari efek yang buruk) yang harus kita takuti hanya kepada Allah SWT saja. Taqwa juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang diletakan pada tempatnya dalam konteks mencari ridho kehidupan didunia dan akhirat. jika seseorang berusaha untuk selalu bertaqwa, maka ia akan selalu hati hati dalam berbuat sesuatu, dan menjadikannya hakikat dalam hidup
taqwa diintegrasi dalam 3 komponen yaitu Iman, Islam dan Ihsan.
taqwa harus dilaksanakan dengan maksimal, caranya yaitu dengan Ittaqillah haitsuma kunta.. yang artinya "bertqwalah kepada Allah, dimanapun kamu berada.. (HR. Tirmidzi)

Al- Hujurat : 15
"Sesungguhnya orang orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya dijalan Allah. Mereka itulah orang orang yang benar"

Tidak akan ada keraguan dalam diri kita jika kita telah bertaqwa kepada Allah dengan sepenuh hati. orang orang yang bertaqwa kepada Allah dengan sepenuh hati, mereka tanpa ragu akan berjihad, baik dengan harta, dan jiwa. mereka tidak akan takut kehilangan semua itu. begitulah jika kita selalu berusaha untuk bertaqwa kepada Allah SWT.

Buah dari ketaqwaan adalah
        1. Sikap Furqon yaitu kita dapat memisahkan antara haq dan batil
        2. Mendapat berkah dari langit dan bumi

Al - A'raf : 96
"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat - ayat Kami), maka Kami siksa mereka dengan apa yang telah mereka kerjakan"

At - Talaq : 3
"Dan dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu"

       3. Mendapat jalan keluar dari kesulitan
       4. Mendapat rezeki yang tak terduga
       5. Urusan di permudah
       6. Penghapusan dosa dan mendapat pahala yang besar.

Ada beberapa hal yang dapat membuat hati keras yaitu
       1. Terlalu banyak makan
       2. Terlalu banyak omong / bicara yang tidak berguna atau tidak bermanfaat dan sia sia
       3. Terlalu banyak gaul. (maksudnya yaitu suka gaya gayaan, dan berkumpul dengan orang orang              yang dapat menyebabkan kita terjerumus kepada kemaksiatan)
       4. Banyak memandang (memandang lawan jenis)
Jika hati telah keras dan pada akhirnya tertutup. niscaya ia akan sulit menerima nasihat orang lain dan dia juga akan sulit untuk mendapatkan hidayah.

bersambung..

Jumat, 27 Juni 2014

KETIKA PARPOL MEMPERKOSA MEDIA TELEVISI

            "Tahun 2014 ini, pers kita sudah terbelah, divided. Coba simak. Paling mudah simak Metro TV dan TV One," Sentul, Bogor, Selasa (3/6/2014) Begitulah gumam geram Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia ke-8 yang pernah mengenyam pendidikan di US Army Command and General Staff Collage. Pernyataan SBY tersebut cukup untuk memgambarkan apa yang terjadi pada media saat ini.
Bayangkan apa yang akan terjadi jika media massa yang Lugas, terpercaya dan independen telah dinodai oleh sekelompok orang yang menginginkan seonggok jabatan demi kepentingan politiknya. Media-media tersebut akan saling cerca, saling menjatuhkan dan akan membuat suatu opini kebohongan publik dimana masyarakat hanya akan menjadi penonton fanatik diantara media tersebut. Lihat saja Tv One dan Metro TV Media-media pendukung masing masing capres dan cawapres baik pendukung Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK saling menjatuhkan lawan politik dan menaikan citra masing masing Capres dan Cawapres-nya. Isu isu saling memfitnah pun akan muncul di antara media media tersebut. Blak blakan saja, sudah menjadi rahasia umum bahwa TV One, MNC Grup (RCTI, Global TV, MNC TV) merupakan alat politik dari Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 1, sedangkan Metro TV merupakan alat politik dari capres dan Cawapres nomor urut 2.
Sudah tidak bisa ditangkal lagi, pengkonsumsi media sosial di Indonesia cukup besar. Sehingga media sosial (terutama Televisi) merupakan sasaran empuk menjadi alat politik bagi suatu partai untuk memhipnotis rakyat Indonesia. Apalagi saat menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden saat ini. Kebanyakan rakyat Indonesia ini sangat mudah terpengaruh oleh media. Mereka cepat menarik kesimpulan dan membuat opini yang disebarluaskan kepada publik pada saat mereka ngobrol di warung kopi, di cafe dan ditempat berkumpul lainnya. Sifat masyarakat inilah yang dimanfaatkan oleh oleh partai politik dengan menggunakan media sosial terutama televisi untuk memperoleh satu tujuan politik parpol tersebut. Hanya karena uang dan kekayaan didunia, media televisi mau menjual “kehormatannya” kepada parpol untuk memuaskan nafsu akan jabatan yang mereka kejar. Inilah yang terjadi saat ini. Kita sebagai masyarakat harus cerdas menanggapi hal hal tersebut.
Jika semua media telah dinodai oleh parpol-parpol, patut dipertanyaakan tentang kebenaran, keaktualan dan kepercayaan terhadap media masa saat ini. Kemana masyarakat awam ini akan mencari informasi yang benar benar informasi yang dapat dipercaya tidak memihak kepada suatu poros? Itulah gambaran kebingungan masyarakat Indonesia dan gambaran keadaan media televisi saat ini.
Sangat sulit mencari informasi yang benar benar apa adanya. Saat ini karena media massa seperti Tv One dan Metro Tv telah ternodai oleh parpol untuk memenangkan presiden pilihannya. Tidak bisa juga dipungkiri, karyawan media televisi tersebut pun harus mengikuti apa kata atasanya. Padahal masih banyak wartawan-wartawan televisi tersebut yang independen dalam pemberitaan dan pencarian informasi. Namun penjajahan parpol telah merusak keteguhan hati mereka. Mau tak mau mereka harus mengikuti arus banjir bandang karena noda yang diberikan oleh partai kepada media televisi, karena jika tidak mau merekan akan dipecat dari pekerjaannya.
Lewat media televisi, mereka setiap pasang capres dan cawapres pun mengumbar janji janji yang mereka anggap itu suci. Media televisi pun menyiarkan janji janji tersebut tanpa kenal rasa letih. Sedikit mengutip dari ayat suci Al-Qur’an tentang janji dan kebohongan “(Setan itu) memberikan janji janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka” (QS 4:120) dan “Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari dari padanya.”  (QS 4: 121).  Naah, kami rakyat indonesia mengharapkan janji janji yang telah terlontarkan dari mulut mulut capres dan cawapres terpilih nanti, benar benar terealisasikan saat capres terpilih nanti mengemban amanah besar (bukan jabatan) untuk Indonesia

Melihat keadaan seperti ini, yang harus kita lakukan sebagai penonton pada “dua panggung kebohongan” yang dimaikan serentak di Indonesia dalam dunia pertelevisian ini adalah kita harus cerdas dalam menanggapi permberitaan pemberitaan di televisi, kita harus mampu menganalisis apa yang terjadi sebenarnya di pemberitaan pemberitaan pertelevisian ini, jangan mudah terpengaruh akan pemberitaan miring atau pun pemberitaan yang menaikan citra suatu pasang calon. Saat inilah momen yang bisa kita jadikan titik awal dimana kita sebagai masyarakat Indonesia mampu berfikir cerdas dalam pemilihan nanti. Saat inilah momen titik awal dalam mewujudkan Indonesia yang bersih, berdaulat adil dan makmur. Semoga channel televisi ini tidak menerkam binatang didarat yang tidak bersalah bak burung elang, dan channel televisi sebelah tidak merusak apa yang ada disekitarnya bak banteng gila yang sedang mengamuk.